Mukaddimah






Baiklah....

Setelah beberapa kali tidak dapat memejamkan mata, seakan-akan ada dorongan entah darimana untuk segera memulai lagi menulis. Maka meskipun tertatih dan tersendat dimulailah babak baru dalam dunia sastra yang tidak seberapa ini.

Tulisan ini mengisahkan tentang kisah anak manusia yang biasa-biasa saja. Bukan pahlawan bukan pula don juan, bahkan negara pun hanya mencatatkan perannya dalam buku atau kartu resmi saja. Itupun untuk kepentingan yang bersangkutan. Tidak ada hal yang istimewa, hanya terlalu sayang bila percikan percikan peristiwa itu dilewatkan begitu saja. Harus ada yang mencatat!!! 

Dalam tiap bab nya hanya sekitar enam puluh sampai tujuh puluh persen yang akan dituangkan kedalam cerita, selebihnya berupa bumbu sastra agar tulisan ini terkesan menarik dan enak dibaca. Ya moga-moga bisa terhibur bahkan dapat mengambil hikmah layaknya cerita bermutu lainnya. Atau bahkan ikut larut didalam kisah yang tertuang mengalir seperti aliran air di sungai yang deras. 

Sebagaimana perjalanan hidup anak manusia lainnya, ada suka pasti ada duka. Penulis mencoba agar dapat menuturkan baik segi karakter pelaku maupun sketsa kejadian diupayakan sesuai dengan kondisi aslinya (ini ngomongin apa sih).Mungkin, di dalam tulisan ini terdapat istilah istilah yang tidak dimengerti, mohon dimaklumi karena penulisan berdasarkan gaya bahasa karakter orang medan. 

Jadi mungkin demikianlah agar secepatnya bab pertama segera dapat kita baca. Ojo kepanjangan iki mukaddimah. Ohya, apabila ada kesamaan tokoh dan tempat, itu memang disengaja karena memang itulah kejadian yang sebenarnya. Apabila ada yang menyakiti hati, jangan pula baper, anggap saja kisah kenangan yang apabila kita teringat olehnya minimal tersenyum atau merasa kok dulu bisa sebodoh itu. 

Ok, here we go.........

Comments